Kamis, 12 Maret 2015
Siapakah Engkau?
*Siapakah Engkau?
Oleh: Aa Li
Namamu selalu disebut jutaan orang
setiap hari setiap waktu
padahal mereka tak pernah melihatmu
Kisahmu abadi,
menjadi dongeng pengantar tidur
bahkan menjadi rujukan berbagai studi
Engkau lah anak yang disukai para penggembala
engkau pemuda yang di banggakan para pemuka
karena sifatmu yang terpercaya
Aku pun terheran,
engkau lah orang yang menjadi pujaan kawan
dan engkau pula yang menjadi decak kagum lawan
karena perangaimu yang menawan
Aku terpesona,
engkaulah yang menjadi dambaan para orang tua
teladan bagi seluruh umat manusia
karena ahlak mu yang tiada tercela
Penghormatan dan salam bagimu
wahai insan pilihan
cinta ikhlas mu tercurah sepanjang jaman
Jayakarta, 03.01.15
Muka Badak
Muka Badak
Oleh: Aa Li
Maafkan aku senja,
jika raga ini menipu
kau termakan dusta
terbujuk tipu rayu
Terpesona kedok usang
membiaskan pandang
terlena nada sumbang
buat kau memeluk bayang
Aku lah si muka badak
terbiasa menebar onak
lempar batu sembunyi tangan
dibalik batu dengki tersimpan
Aku lah si muka badak
sesuka hati berkehendak
tak mempanlah kau beri tahu
tak paham petuah serapahmu
Jangan kau ajar bebek berenang
usah kau suruh merpati terbang
si muka badak sungkan mengerti
hanya bila mati baru dia rasa diri
Jayakarta, 07.01.15
Tak Harap
Tak Harap
Oleh: Aa Li
Kehilangan itu jika awalnya ada jadi tiada
lalu apakah aku harus merasa kehilangan dirimu?
yang awalnya tak ada dan kemudian pergi,
Kehilangan itu bila pertamanya kau miliki kemudian pergi berganti
terus apakah aku harus merasa kehilangan cinta dan perhatian mu?
yang dari pertama memang bukanlah miliku,
Sudah,
pergilah saja
usah kau merasa dibutuhkan
seolah kaulah penentu kebahagian
Bagiku,
mengapa harus meratapi
jika asalnya tak punya, lalu dititipi
kemudian diambil lagi
apa yang harus dirasa milik pribadi?
Lahir pun tak berpunya, lalu mengapa hidup harus merasa memiliki segalanya.
Selamat malam senja,
Rabu, 11 Maret 2015
Berlibur
*Berlibur
Oleh: Aa Li
Bukan ketika kau berhenti bekerja
bukan saat kau pergi berwisata
bukan pula sekedar berkumpul sanak saudara
Tapi,
rehat lah sejenak dari egomu
istirahat sesaat dari keluh kesah
lepaskan semua penat amarah
Hati hanya tersentuh dengan hati
jangan biarkan orang lain mengotori
yang busuk buang yang baik ikuti
Bukan mereka yang membuat mu bahagia
tidak di luar sana yang menjadikanmu celaka
kebeningan hati kita lah yang harus terus terjaga
Jayakarta, 04.01.15
Liburan Sejati
LIBURAN SEJATI
Oleh: Aa Li
Orang buta takan silau dengan cahaya
tapi dia peka akan suara
orang tuli tak terganggu riuhnya dunia
tapi dia peka isyarat kata
Jika berlibur itu menenangkan jiwa
bahagiakah mereka yang berwisata
meski pergi entah uang dari mana
walau berangkat entah sama siapa
Andai berlibur buat hati mu gembira
senangkah mereka yang berhura-hura
meluapkan segala macam rasa
hingga lupa pada waktu yang lima
Bila saja berlibur itu memberi makna
tentang sejatinya ketenangan atma
dengar saja petuah seorang pecinta
"Istirahatkan jiwa dengan solat," begitulah sabdanya
Jayakarta, 04.01.15
Selasa, 10 Maret 2015
Setelah Itu Mau Apa?
*Setelah Waktu Berganti Mau Apa?
Oleh: Aa Li
Setelah semalam bakar ayam,
Nyalain petasan dan kembang api
Niup terompet dan begadang sampai pagi
Setelah itu apa?
Setelah semalam zikir, bermuhasabah,
itikaf di masjid dan mendengar tausiah
tilawah quran hingga fajar
setelah itu bagaimana?
Setelah sibuk saling menyalahkan,
merasa menjadi yang paling benar
tiap hari bergulat dalam perdebatan
setelah itu mau apa?
Akhirnya jawaban datang
dari kanjeng nabi panutan
bahwa hanya manusia terbaik
adalah yang paling banyak berbuat
menjadi manfaat bagi yang lain
Bandung, 01.01.15
SEMESTA CINTA
*Semesta Cinta
Oleh: Aa Li
Seperti langit,
dadamu selalu lapang
memaafkan setiap kesalahan
Bak matahari,
nasihat dan keindahan ahlakmu
setia menyinari jutaan hati
Laksana awan,
perhatian dan kasih sayangmu tak henti menaungi dan meneduhkan
Melebihi bintang,
taburan cintamu
berpendar sepanjang zaman
Meski,
jauh jarak masamu dan masaku
namamu terpatri dalam asa dan rinduku
Solawat dan salam ku haturkan bagimu
keluarga dan para sahabat
wahai sebaik mahluk ciptaan.
Batavia, 29.12.14
Amnesia
Amnesia
Oleh: Aa Li
Senja,
Seringnya aku lupa, bahwa kebahagiaan itu bukannya ketika kau punya uang.
Seringnya aku lupa, bahwa yang kita butuhkan tak harus sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Seringnya aku lupa, bahwa berbuat baik itu tak harus sama seperti orang lain.
Betapa,
Seringnya aku lupa, bahwa waktu yang kita punya hanya sekarang dan bukan nanti.
Batavia, 23.12.14
Langganan:
Komentar (Atom)