Rabu, 11 Maret 2015
Liburan Sejati
LIBURAN SEJATI
Oleh: Aa Li
Orang buta takan silau dengan cahaya
tapi dia peka akan suara
orang tuli tak terganggu riuhnya dunia
tapi dia peka isyarat kata
Jika berlibur itu menenangkan jiwa
bahagiakah mereka yang berwisata
meski pergi entah uang dari mana
walau berangkat entah sama siapa
Andai berlibur buat hati mu gembira
senangkah mereka yang berhura-hura
meluapkan segala macam rasa
hingga lupa pada waktu yang lima
Bila saja berlibur itu memberi makna
tentang sejatinya ketenangan atma
dengar saja petuah seorang pecinta
"Istirahatkan jiwa dengan solat," begitulah sabdanya
Jayakarta, 04.01.15
Selasa, 10 Maret 2015
Setelah Itu Mau Apa?
*Setelah Waktu Berganti Mau Apa?
Oleh: Aa Li
Setelah semalam bakar ayam,
Nyalain petasan dan kembang api
Niup terompet dan begadang sampai pagi
Setelah itu apa?
Setelah semalam zikir, bermuhasabah,
itikaf di masjid dan mendengar tausiah
tilawah quran hingga fajar
setelah itu bagaimana?
Setelah sibuk saling menyalahkan,
merasa menjadi yang paling benar
tiap hari bergulat dalam perdebatan
setelah itu mau apa?
Akhirnya jawaban datang
dari kanjeng nabi panutan
bahwa hanya manusia terbaik
adalah yang paling banyak berbuat
menjadi manfaat bagi yang lain
Bandung, 01.01.15
SEMESTA CINTA
*Semesta Cinta
Oleh: Aa Li
Seperti langit,
dadamu selalu lapang
memaafkan setiap kesalahan
Bak matahari,
nasihat dan keindahan ahlakmu
setia menyinari jutaan hati
Laksana awan,
perhatian dan kasih sayangmu tak henti menaungi dan meneduhkan
Melebihi bintang,
taburan cintamu
berpendar sepanjang zaman
Meski,
jauh jarak masamu dan masaku
namamu terpatri dalam asa dan rinduku
Solawat dan salam ku haturkan bagimu
keluarga dan para sahabat
wahai sebaik mahluk ciptaan.
Batavia, 29.12.14
Amnesia
Amnesia
Oleh: Aa Li
Senja,
Seringnya aku lupa, bahwa kebahagiaan itu bukannya ketika kau punya uang.
Seringnya aku lupa, bahwa yang kita butuhkan tak harus sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Seringnya aku lupa, bahwa berbuat baik itu tak harus sama seperti orang lain.
Betapa,
Seringnya aku lupa, bahwa waktu yang kita punya hanya sekarang dan bukan nanti.
Batavia, 23.12.14
Rabu, 21 Agustus 2013
PERI BIRU DIATAS BUKIT
*Peri biru di atas bukit
Peri biru di atas bukit
Menari dengan angin
Berlari dengan awan
Tersenyum pada mentari
Sayap kecil membawa harapan
Terbang meraih mimpi
Setinggi angkasa
Seluas samudra
Terbanglah,,,
Selama laut berwarna seperti langit
Kepak sayap jangan berhenti
Terus berlari bersama mimpi
Karena disana ada yang menanti
*Ali wardhana
Peri biru di atas bukit
Menari dengan angin
Berlari dengan awan
Tersenyum pada mentari
Sayap kecil membawa harapan
Terbang meraih mimpi
Setinggi angkasa
Seluas samudra
Terbanglah,,,
Selama laut berwarna seperti langit
Kepak sayap jangan berhenti
Terus berlari bersama mimpi
Karena disana ada yang menanti
*Ali wardhana
SAJAK KEBAHAGIAAN
SAJAK KEBAHAGIAAN
Bahagialah,,,
Bila Si Kaya bisa memberimu KEBAHAGIAAN dengan HARTAnya,
Kalau Si Pandai bisa memberimu KEBAHAGIAAN dengan ILMUnya,
Ketika Si Baik memberimu KEBAHAGIAAN dengan PERHATIANnya,
Dan saat Si Rupawan bisa memberimu KEBAHAGIAAN dengan PESONAnya,
Aku termenung,
Apa yang bisa aku berikan untuk membuat mu bahagia?
Heem,,, saat ini, aku tak punya apapun yang bisa aku berikan untuk kebahagiaan mu,
tapi,,,
Aku akan selalu berusaha untuk menjadi orang yang paling berharap bisa melihatmu bahagia,
dan menjadi yang paling pertama ikut bahagia, ketika melihatmu bahagia.
Bahagialah,,,
*ali wardhana
SAJAK UNTUK IBU
Untuk mu ibu
Dan di setiap langkah ini,
Tersirat sebuah kerinduan,
Senyum mu ibu,
Dan di setiap desah nafas ini,
Terbersit sebuah keinginnan,
Bahagia mu ibu,
Dan di setiap kelelahan ini,
Tersimpan sebuah harapan,
Untuk mu ibu,
jagakarsa syawal 1434 H
*ali wardhana
Dan di setiap langkah ini,
Tersirat sebuah kerinduan,
Senyum mu ibu,
Dan di setiap desah nafas ini,
Terbersit sebuah keinginnan,
Bahagia mu ibu,
Dan di setiap kelelahan ini,
Tersimpan sebuah harapan,
Untuk mu ibu,
jagakarsa syawal 1434 H
*ali wardhana
Langganan:
Postingan (Atom)
